Sebuah Kisah Tentang Pemilik Start Up

Saat itu hari Senin dan hujan sedang turun ketika sebuah start up baru datang ke working space dimana aku dulu pernah bekerja. Start up itu hanya terdiri dari tiga wanita yang merupakan teman satu kamar di universitas. Pemiliknya bernama Ela, dua wanita lainnya, Nadia dan Diu adalah web developer. Ela sangat percaya kepada Nadia dan Diu dan mereka bekerja sama dengan baik karena sudah kenal lama satu sama lain. Kadang-kadang mereka membawa makan siang mereka dan membaginya. Mereka juga sangat ramah kepada start up lain disana. Aku suka melihat teamwork mereka, sampai suatu hari sesuatu terjadi.

Ela memberikan masing-masing stafnya satu laptop untuk bekerja. Ela pikir dia tidak perlu mencatatnya di daftar inventoris karena hanya dua laptop. Apa yang bermula dari hal kecil untuk Ela, berubah menjadi awal dari kejatuhannya. Suatu hari saat Nadia sedang minum kopi, dia menumpahkannya di laptop kerjanya. Ela menyuruh Nadia untuk membawanya ke pusat servis. Selama beberapa hari, Nadia bekerja menggunakan laptop pribadinya dan pekerjaan mereka masih lancar. Mereka mendapatkan klien baru dan banyak orang mulai mengenal mereka.

Beberapa hari kemudian, Nadia mendapatkan pesan dari pusat servis bahwa laptop kerjanya sudah selesai diperbaiki. Setelah makan siang, dia pergi untuk mengambilnya. Setelah kembali ke kantor, dia mulai menyadari bahwa itu bukan laptop kerjanya. Ela bertanya apakah Nadia mengecek terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor. Nadia menjawab dia tidak mengeceknya karena dari tampilan luarnya, laptop itu sama persis seperti laptop kerjanya. Ela menyuruh Nadia untuk pergi mengambil laptop kerjanya kembali dari pusat servis.

Hari berikutnya, Nadia pergi kembali ke pusat servis untuk menukar laptop itu dengan laptop kerjanya. Teknisi disana meminta nomor seri dari laptop kerjanya. Dia tidak tahu nomornya tapi dia berpikir kalau mungkin Ela tahu karena dia yang membeli laptop tersebut. Nadia berkata kepada Ela untuk pergi ke pusat servis. Namun saat itu Kamis yang sibuk untuk Ela karena dia harus bertemu dengan klien baru yang potensial jadi dia akan pergi besok.

Manajemen inventori yang jelek dapat mengakibatkan inefisiensi

Pada hari Jumat, Ela pergi ke pusat servis dan bertanya dimana laptop kerja Nadia. Teknisi bertanya nomor seri laptop itu lagi. Dia tidak ingat nomornya karena tidak dicatat di daftar inventoris. Teknisinya tidak bisa membantu Ela karena dia membutuhkan nomor seri laptopnya sehingga dengan sopan dia menyarankan Ela untuk datang lagi saat dia sudah tahu nomor serinya. Ela kembali ke kantor dengan tangan kosong. Nadia dan Diu bertanya kenapa dia tidak membawa laptopnya. Karena marah, Ela mulai menyalahkan Nadia karena kecerobohannya. Ela dan Nadia mulai membawa masa lalu mereka ke argumen itu. Diu meminta mereka berdua untuk tenang tapi tidak didengarkan. Ela dan Nadia semakin keras berargumen sehingga hampir semua yang ada di working space mendengarnya.

Keadaan mulai memanas dan Nadia yang hampir menangis pergi dari kantor. Diu menyusul Nadia dan meninggalkan Ela sendirian. Hal itu membuat kami kaget karena kami hanya melihat kerja sama mereka yang sangat bagus. Kami tidak melihat mereka bertiga hari Senin atau hari-hari selanjutnya. Setelah seminggu, Ela datang sendiri. Lani dari start up disamping tempat kerja Ela bertanya bagaimana keadaan mereka. Dengan wajah sedih, Ela berkata Nadia dan Diu meninggalkannya dan dia tidak bisa bekerja sendiri sejak saat itu. Seorang klien potensial juga pergi karena Ela harus presentasi sedangkan data-data ada di laptop kerja Nadia. Sekarang dia tidak tahu harus bagaimana.

Catatan inventori adalah hal yang sangat penting

Semua hal ini tidak akan terjadi jika Ela mencatat inventori kedalam sistem inventori. Kamu tidak mau ini terjadi padamu kan? Kami bisa membantu. Sistem kami membantu perusahaan mengetahui berapa banyak karyawan yang dilengkapi dengan inventaris dan detail lainnya. Hubungi kami disini untuk informasi lebih lanjut dan demo GRATIS.

Sebuah Kisah Tentang Pemilik Start Up

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *