Mengenal Tarif Efektif Rata-Rata (TER) PPh 21

Mengenal Tarif Efektif Rata-Rata (TER) PPh 21

Table of Contents

Pada tanggal 27 November 2023, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengumumkan bahwa mulai tahun 2024, perhitungan PPh 21 akan menggunakan metode baru yang disebut Tarif Efektif Rata-Rata (TER).

Apa itu TER?

Tarif Efektif Rata-Rata (TER) adalah tarif pajak yang dikenakan atas seluruh penghasilan karyawan dalam satu tahun pajak. Tarif ini ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan beberapa faktor, seperti penghasilan tidak kena pajak (PTKP), jumlah tanggungan, dan golongan gaji.

Dengan sistem TER, perhitungan PPh 21 menjadi lebih sederhana. WP tidak perlu menghitung pajaknya berdasarkan sistem tarif progresif. WP hanya perlu melihat tarif TER yang berlaku untuk penghasilannya.

Mengapa pemerintah menerapkan TER?

Pemerintah menerapkan TER dengan tujuan untuk menyederhanakan perhitungan pajak dari Wajib Pajak (WP) dan memberikan kemudahan bagi WP untuk menghitung potongan PPh 21 setiap periode pajak.

Sistem pajak progresif yang saat ini berlaku dinilai terlalu rumit dan sulit dipahami oleh WP, terutama oleh karyawan dengan penghasilan rendah. Sistem TER diharapkan dapat mengatasi masalah ini dengan memberikan perhitungan pajak yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Selain itu, sistem TER juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak dari WP. Hal ini dikarenakan sistem TER lebih mudah diimplementasikan dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Manfaat dan tantangan penerapan TER

Penerapan TER memiliki beberapa manfaat, antara lain:

1. Menyederhanakan perhitungan pajak

Sistem TER membuat perhitungan PPh 21 menjadi lebih sederhana. WP tidak perlu menghitung pajaknya berdasarkan sistem tarif progresif. WP hanya perlu melihat tarif TER yang berlaku untuk penghasilannya.

2. Meningkatkan kepatuhan pajak

Sistem TER diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak, terutama dari WP dengan penghasilan yang tidak terlalu tinggi. Sistem ini membuat perhitungan PPh 21 menjadi lebih mudah dipahami, sehingga WP lebih cenderung untuk membayar pajaknya dengan benar.

3. Meningkatkan efisiensi administrasi pajak

Sistem TER juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi pajak. Sistem ini membuat perhitungan PPh 21 menjadi lebih mudah, sehingga pemberi kerja dan DJP dapat menghemat waktu dan tenaga.

Dampak TER pada Karyawan

Dampak TER pada karyawan akan bervariasi tergantung pada besarnya penghasilan mereka.

Untuk karyawan dengan penghasilan rendah, penerapan TER diperkirakan akan meningkatkan gaji bersih mereka. Hal ini dikarenakan tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan mereka akan lebih rendah.

Sedangkan untuk karyawan dengan penghasilan tinggi, penerapan TER diperkirakan akan menurunkan gaji bersih mereka. Hal ini dikarenakan tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan mereka akan lebih tinggi.

Dampak TER pada Pemberi Kerja

Dampak TER pada pemberi kerja juga akan bervariasi tergantung pada besarnya penghasilan karyawan yang mereka pekerjakan.

Untuk pemberi kerja yang mempekerjakan karyawan dengan penghasilan rendah, penerapan TER diperkirakan akan menurunkan biaya pajak mereka. Hal ini dikarenakan tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan karyawan mereka akan lebih rendah.

Sedangkan untuk pemberi kerja yang mempekerjakan karyawan dengan penghasilan tinggi, penerapan TER diperkirakan akan meningkatkan biaya pajak mereka. Hal ini dikarenakan tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan karyawan mereka akan lebih tinggi.

Perbandingan TER dengan Sistem Pajak Sebelumnya

Sistem Pajak Progresif

Dalam sistem pajak progresif, tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan WP semakin tinggi seiring dengan meningkatnya besarnya penghasilan WP.

Misalnya, jika tarif pajak pada penghasilan kena pajak (PKP) sebesar Rp50 juta adalah 15%, maka tarif pajak pada PKP sebesar Rp100 juta adalah 25%.

Sistem TER

Dalam sistem TER, tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan WP adalah tarif tunggal yang sama untuk semua WP, terlepas dari besarnya penghasilan mereka.

Misalnya, jika tarif efektif rata-rata yang ditetapkan adalah 10%, maka tarif pajak yang dikenakan pada penghasilan kena pajak sebesar Rp50 juta, Rp100 juta, atau Rp500 juta adalah tetap sebesar 10%.

Kesimpulan

Pemberlakukan TER merupakan perubahan penting dalam sistem perhitungan PPh 21 di Indonesia. Karyawan dan perusahaan perlu memahami TER dengan baik agar dapat mempersiapkan diri untuk perubahan yang akan datang. Dengan menggunakan TER, perhitungan PPh 21 menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

Dengan penerapan TER, perhitungan PPh 21 menjadi lebih sederhana, namun tetap penting untuk memastikan perhitungannya dilakukan dengan benar. HRMLabs adalah solusi yang tepat untuk memudahkan Anda dalam menghitung pajak dan gaji karyawan. HRMLabs adalah sistem manajemen sumber daya manusia (HRM) yang menyediakan berbagai fitur untuk mengelola karyawan, termasuk penghitungan pajak dan gaji secara otomatis.

Segera beralih ke otomatisasi proses payroll mulai dari Rp 18.000 per bulan. Hubungi HRMLabs sekarang!

Dapatkan informasi terbaru mengenai HR dan Payroll dengan berlangganan newsletterÂ