Kode Etik HRD: Cara Elegan Menegur Karyawan yang Melanggar Aturan

Kode Etik HRD Cara Elegan Menegur Karyawan yang Melanggar Aturan

Table of Contents

Dalam dunia kerja, pelanggaran peraturan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Baik itu keterlambatan, kinerja yang tidak memadai, atau perilaku yang tidak sesuai. HRD memiliki tanggung jawab untuk menegur karyawan yang melanggar peraturan tersebut.

Menegur karyawan yang melanggar peraturan merupakan tugas yang memerlukan pendekatan yang profesional. Penanganan yang tepat dapat menjaga produktivitas dan suasana kerja yang kondusif. Namun, jika dilakukan dengan tidak benar, dapat menimbulkan ketegangan dan menurunkan moral karyawan.

Mengapa Menegur Karyawan itu Penting?

Meskipun terkesan kejam, peneguran yang tepat bisa memberikan banyak manfaat.

  1. Meningkatkan disiplin: Karyawan bisa memahami konsekuensi dan jadi lebih disiplin.
  2. Lingkungan kerja kondusif: Peneguran yang adil dan konsisten menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua.
  3. Kinerja membaik: Karyawan termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya dan jadi lebih produktif.
  4. Mencegah pelanggaran: Peneguran efektif bisa memastikan pelanggaran yang sama tidak terulang kembali atau bahkan mencegah terjadinya pelanggaran yang lebih berat.

Tata Cara Menegur Karyawan

Menegur karyawan tidak bisa boleh dilakukan secara sembarangan, HRD harus tetap mengedepankan profesionalisme dan etika. Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan:

Persiapan Sebelum Memberikan Teguran

  1. Kumpulkan bukti dan informasi: Pastikan kamu punya bukti dan informasi yang akurat tentang pelanggarannya.
  2. Pahami peraturan: Pastikan kamu paham benar peraturan perusahaan yang dilanggar karyawan.
  3. Waktu dan tempat: Cari waktu dan tempat yang tenang dan privat untuk menegur.

Saat Memberikan Teguran

  1. Bersikap profesional: Tetap tenang, hormat, dan profesional selama proses teguran. Hindari menunjukkan emosi, karena hal ini dapat memperburuk situasi.
  2. Jelaskan situasi:Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi pelanggaran dan dampaknya. Pastikan karyawan mengerti alasan mereka ditegur dan pentingnya mematuhi aturan.
  3. Berikan kesempatan berbicara: Berikan kesempatan mereka untuk menjelaskan alasan pelanggarannya. Dengarkan dengan seksama tanpa menyela.
  4. Berikan konsekuensi: Berikan konsekuensi yang sesuai dengan tingkat pelanggaran. Konsekuensi bisa berupa teguran lisan, peringatan tertulis, penundaan kenaikan gaji, demosi atau bahkan pemutusan hubungan kerja.
  5. Tawarkan solusi: Diskusikan langkah-langkah perbaikan yang bisa diambil oleh karyawan untuk menghindari pelanggaran serupa di masa depan. Bantu karyawan merancang rencana tindakan yang konkret dan realistis.
  6. Dokumentasi: Dokumentasikan proses teguran, termasuk tanggal, waktu, tempat, dan poin-poin penting yang dibahas.

Do’s and Dont’s dalam Menegur Karyawan

Dalam menegur karyawan yang melanggar peraturan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh HRD. Hal ini sangat penting untuk memastikan teguran diterima dengan baik dan menjaga hubungan baik antara karyawan dan HRD atau perusahaan.

Boleh Dilakukan

  1. Memberikan teguran secara pribadi: Menegur secara pribadi menunjukkan rasa hormat dan menjaga martabat karyawan.
  2. Menunjukkan empati: Memahami bahwa semua orang bisa melakukan kesalahan dan fokuslah pada bagaimana karyawan bisa memperbaiki diri.
  3. Menawarkan dukungan: Bantu karyawan untuk menemukan solusi dan dukungan yang mereka butuhkan untuk memperbaiki perilaku.

Tidak Boleh Dilakukan

  1. Menegur di depan umum: Ini dapat merusak moral karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman.
  2. Menggunakan bahasa yang kasar: Hal ini dapat memperburuk situasi dan menimbulkan konflik lebih lanjut.

Kode Etik dalam Menegur Karyawan

Saat memberikan teguran kepada karyawan yang melanggar peraturan, HRD tetap harus mengikuti etika yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga hubungan profesional yang sehat dan lingkungan kerja yang kondusif.

  1. Rahasia: Jaga kerahasiaan percakapan untuk melindungi privasi karyawan. Jangan membahas pelanggaran di depan karyawan lain atau pihak luar.
  2. Adil: Pastikan teguran dilakukan secara adil tanpa diskriminasi. Teguran harus berdasarkan perilaku, bukan pada karakter atau latar belakang karyawan.
  3. Konsisten: Terapkan kebijakan dan aturan secara konsisten kepada semua karyawan. Ketidakadilan dalam pemberian teguran dapat menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di antara karyawan.

Kesimpulan

Menegur karyawan yang melanggar peraturan adalah tugas yang sensitif dan memerlukan pendekatan yang bijaksana serta profesional dari HRD. Dengan mengikuti tata cara dan kode etik yang tepat, HRD dapat memberikan teguran yang efektif dan konstruktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Ingatlah bahwa tujuan utama dari teguran adalah untuk membantu karyawan memperbaiki perilaku mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi semua orang.

Dapatkan informasi terbaru mengenai HR dan Payroll dengan berlangganan newsletter