Semua pasti pernah merasakan momen deg-degan waktu melihat slip gaji. Angka yang masuk ke rekening sering kali berbeda dari yang tertera di kontrak. Kenapa? Jawabannya: pajak dan potongan wajib.
Bagi yang pertama kali bekerja pasti kaget saat gaji pertama dikenai macam-macam potongan. Jangan berprasangka buruk dulu, semua itu sudah diatur oleh undang-undang. Potongan ini bukan “menghilang begitu saja” , sebagian untuk pajak, sebagian untuk jaminan sosial, dan semuanya punya tujuan tertentu.
Pajak dan Potongan Wajib
Sebelum uang gaji kamu masuk di rekening, ada pajak dan potongan wajib yang langsung dipotong oleh perusahaan. Yuk, kita bedah satu per satu apa saja yang biasanya dipotong dari gaji.
Pajak Penghasilan (PPh 21)
Ini potongan yang pasti ada. Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dipungut dari penghasilan karyawan oleh perusahaan, lalu disetorkan ke negara. Besarnya tergantung gaji, status pernikahan, dan tanggungan. Semakin tinggi gaji, semakin besar pajaknya.
Hitungannya sudah ada rumusnya. Pemerintah menentukan tarif progresif mulai dari 5% hingga 35%. Perusahaan biasanya otomatis menghitungnya setiap bulan, jadi karyawan tinggal terima slip gaji yang sudah “bersih pajak”.
BPJS Kesehatan
Bukan cuma pajak, kesehatan juga wajib dijamin. Iuran BPJS Kesehatan untuk pekerja dibagi antara perusahaan dan karyawan. Perusahaan membayar 4%, karyawan membayar 1% dari gaji bulanan, dengan batas gaji tertentu.
Manfaatnya terasa saat dibutuhkan. Iuran ini membuat pekerja memiliki akses ke layanan kesehatan yang dijamin pemerintah. Jadi, meski terasa sebagai potongan, sebenarnya ini investasi untuk kesehatan jangka panjang.
BPJS Ketenagakerjaan
Perlindungan kerja juga ada biayanya. Program ini meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Sebagian dibayar perusahaan, sebagian oleh karyawan.
Potongan kecil, manfaat besar. Misalnya, untuk JHT, karyawan menyumbang 2% dari gaji. Mungkin terlihat kecil sekarang, tapi ini akan terasa besar nilainya saat pensiun atau berhenti bekerja.
Potongan Lain (Opsional tapi Tetap Wajib)
Ada potongan di luar aturan pemerintah. Misalnya, cicilan pinjaman koperasi perusahaan, biaya seragam, atau iuran keanggotaan tertentu. Potongan ini biasanya diatur dalam perjanjian kerja atau kesepakatan bersama.
Baca kontrak dengan teliti. Setiap potongan di luar pajak dan jaminan sosial harus disetujui kedua belah pihak. Jadi penting untuk tahu sejak awal agar tidak kaget.
Kenapa Penting Tahu Potongan Ini?
Jangan cuma lihat angka bersih. Memahami setiap komponen potongan gaji akan membuat pekerja lebih siap mengatur keuangan.
- Menghitung gaji bersih dengan lebih realistis
- Merencanakan keuangan pribadi dengan tepat
- Menghindari drama “kok gaji berkurang?” tiap bulan
Penutup
Sebagai pekerja, wajar banget kalau kita ingin tahu detail kemana perginya sebagian gaji. Mulai dari PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, sampai potongan internal perusahaan, semuanya punya tujuan masing-masing.
Kalau mau lebih mudah mengawasi, pastikan perusahaanmu pakai sistem HR dan payroll modern yang bisa transparan menunjukkan rincian potongan, seperti HRMLabs. Dengan sistem ini, kamu nggak perlu tebak-tebakan, karena semua jelas tercatat dan bisa dicek kapan saja.
