Cara Mendapatkan Work-life Balance

Table of Contents

Work-life balance menjadi hits saat ini di kalangan karyawan modern dan milenial. Work-life balance dapat digambarkan sebagai keseimbangan antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi. Banyak definisi work-life balance secara akademis, namun sederhananya work-life balance adalah suatu kondisi dimana seorang karyawan dapat mengatur waktu dalam keseimbangan antara waktu pribadi seperti istirahat, rekreasi, melakukan hobi dan kehidupan kerja.

Seorang karyawan yang memiliki work-life balance cenderung bekerja secara produktif dan memiliki kinerja yang tinggi. Di sisi lain, karyawan yang tidak memiliki work-life balance biasanya memiliki kinerja yang buruk dan bekerja dengan tidak efektif. Tidak hanya memengaruhi kehidupan profesional, seseorang yang tidak memiliki keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan juga dapat merusak kehidupan pribadinya.

Manfaat Keseimbangan Kehidupan-Kerja

Mengurangi Stres

Work-life balance dapat membantu Anda mengurangi stres akibat pekerjaan. Mengapa? Karena Anda memiliki energi yang cukup dan lebih fokus untuk melakukan pekerjaan Anda. Itu karena kehidupan pribadi Anda tidak terganggu oleh pekerjaan Anda. Jadi, Anda dapat menikmati waktu bersama keluarga dan melakukan yang terbaik di tempat kerja.

Meningkatkan produktivitas

Kita memiliki 24 jam sehari dan kita membutuhkan 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk tidur, dan 8 jam untuk waktu pribadi. Jika tidak terlalu mendesak dan perlu, jangan lakukan lembur atau terlalu banyak bekerja melebihi jam kerja. Mungkin Anda berpikir kopi atau minuman berenergi dapat membantu Anda, tetapi ini hanya untuk waktu yang singkat. Pikirkan efek jangka panjang minuman tersebut jika Anda sering mengonsumsinya.

Jaga Hubungan Baik dengan Orang Terdekat

Satu hal yang baik tentang work-life balance adalah Anda dapat memelihara hubungan yang baik dengan orang terdekat seperti pasangan, anak, orang tua, atau teman. Apa gunanya memiliki karier yang sukses dan berprestasi dalam pekerjaan Anda jika hubungan Anda dengan anak-anak tidak baik karena Anda memiliki sedikit atau tidak ada waktu bermain dengan mereka atau mendengarkan cerita mereka.

Kiat Untuk Mencapai Work-life Balance

Kelola Jam Kerja Anda

Tetapkan jam kerja Anda sesuai dengan kebijakan perusahaan Anda. Jika perusahaan Anda menetapkan jam kerja Anda dari 9 – 6, maka hanya bekerja selama periode ini. Jika tidak ada yang mendesak, jangan lembur. Yang terpenting, Anda perlu waktu untuk bersantai dan menikmati waktu pribadi Anda, bukan?

Belajar Mengatakan Tidak

Jika manajer Anda meminta Anda untuk melakukan pekerjaan yang tidak ada dalam deskripsi pekerjaan Anda saat Anda menandatangani kontrak dengan perusahaan, jelaskan kepada manajer mengapa Anda tidak dapat melakukannya. Katakan tidak untuk tugas itu dengan sopan. Dalam kehidupan pribadi Anda, jangan pergi ke acara atau pertemuan yang Anda rasa tidak ingin Anda hadiri atau tidak terlalu penting bagi Anda.

Bertindak Profesional

Prioritaskan pekerjaan Anda selama jam kerja. Jangan gunakan jam kerja Anda untuk urusan pribadi. Selain itu, jangan gunakan waktu pribadi Anda untuk urusan pekerjaan. Hindari membawa pulang pekerjaan Anda yang belum selesai. Pekerjaan Anda yang belum selesai bisa menunggu hari berikutnya. Jika Anda di rumah, sebaiknya gunakan waktu untuk bersantai agar besok Anda dapat berangkat kerja dengan segar.

Dapatkan informasi terbaru mengenai HR dan Payroll dengan berlangganan newsletter